Thursday, September 29, 2011

Surat Undangan Yang Unik Wedding Keraton DIY


Tribun Jogja

Undangan resepsi GKR Bendara dan KPH Yudanegara berwarna jingga, khusus para pimpinan dan anggota DPRD DIY.

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Undangan resepsi pernikahan putri bungsu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni atau kini bernama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, dengan Achmad Ubaidillah, yang kini bergelar Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Yudanegara, mulai disebar.

"Warnanya hijau muda, khusus diperuntukkan jajaran Muspida DIY. Untuk tamu lain, undangan yang diberikan berwarna beda," ujar Humas Pemerintah DIY, Kuskasriyati, Kamis (29/9/2011).

Undangan berukuran sekitar 18 x 30 centimeter, dibuat dari kertas berbahan keras (hard cover). Di bagian sampul, terdapat logo Keraton Yogyakarta di bagian atas, dihiasi emboss (tulisan timbul) berwarna emas.

"Undangan lainnya berwarna jingga, khusus pimpinan dan anggota DPRD DIY," tambahnya.

Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni atau akrab disapa Reni dan Achmad Ubaidillah sedianya akan menikah Oktober 2011 mendatang.

Akhir Juli lalu, saat menyerahkan mahar atau mas kawin, Kanjeng Pangeran Harya Yudanegara tampak malu-malu mengungkapkan mas kawin yang akan diberikan kepada Gusti Kanjeng Ratu Bendara yang dipacarinya selama empat tahun itu.

Dengan lugas ia mengaku mas kawinnya sama seperti pasangan pada umumnya, yakni seperangkat alat salat. Yudanegara yang asli bernama Achmad Ubaidillah ini enggan menyebut mas kawin dalam bentuk lain. "Mungkin ada waktunya nanti. Yang jelas bukan sekarang. Pokoknya surprise lah," ujarnya.

Yudanegara mengaku sempat sedikit nervous, grogi pertama kali mengungkapkan keseriusannya untuk meminang Jeng Reni di hadapan Sri Sultan Hamengkubowo X. Wajar saja, Yudanegara tak memiliki trah seorang bangsawan keraton. Ia hanya lah orang biasa kelahiran Jakarta.

"Kalau degdegan itu pasti mas. Karena Sri Sultan, beliau kan tokoh. Beliau kan orangtua Reni. Kita mengalir saja tidak ada trik khusus untuk menghadap Ngerso Dalem. Kebetulan Ngerso Dalem orangnya juga mengalir," cerita Yudanegara awal kali menemui Sultan untuk meminta restu meminang Jeng Reni.[tribunnews.com]

Jangan lupa di like...
   
Follow Juga Ya....

0 komentar:

Post a Comment

tinggalkan pesan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...